Diversifikasi : Pengertian, Bentuk, Manfaat, Dan Contohnya

Diversifikasi Adalah : Ketahui Pengertian dan Manfaatnya

Diversifikasi adalah istilah yang tidak asing lagi dalam dunia bisnis dan merujuk sebagai salah satu strategi yang biasa digunakan pebisnis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian diversifikasi adalah penganekaragaman. Apabila diterapkan dalam istilah keuangan, maka diversifikasi diartikan sebagai upaya untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi.

Diversifikasi sangat penting diterapkan oleh para pelaku bisnis. Selain pada produk, perusahaan juga bisa melakukan diversifikasi pada aspek bisnis lainnya seperti penyedia bahan baku, investasi, dan cabang perusahaan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko kerugian usaha dan mendapatkan profit yang lebih optimal.

Diversifikasi memang dikenal sebagai salah satu strategi ampuh saat berinvestasi atau berbisnis karena mampu menekan risiko kerugian sehingga banyak digunakan para pelaku bisnis. Manfaat dan pentingnya melakukan diversifikasi memang sudah terbukti mampu meningkatkan peluang keuntungan serta meminimalisir risiko pada bisnis maupun investasi. Selain itu, saat diversifikasi diterapkan pada saat berinvestasi, maka investor akan lebih mampu mengamankan nilai portofolionya saat ada satu instrumen yang menurun performanya.

Untuk informasi lebih lengkap, berikut akan dijelaskan bentuk diversifikasi beserta manfaat dan contohnya.

  1. Bentuk Diversifikasi

Secara umum, terdapat dua bentuk diversifikasi dalam bisnis yaitu :

  • Diversifikasi Vertikal

Diversifikasi vertikal merupakan strategi membuat produk dengan level kegunaan berbeda – beda, namun masih bisa melengkapi atau menggantikan satu sama lain.

Adapun contoh diversifikasi produk secara vertikal antara lain kitchen set yang dijual terpisah, onderdil kendaraan, produk susu sapi dan susu kedelai formula di satu perusahaan, dan lain sebagainya.

  • Diversifikasi Horizontal

Diversifikasi Horizontal merupakan strategi dengan menciptakan berbagai macam produk berjenis sama, namun dibedakan dari segi merek, ukuran, atau target pasar. Strategi bisnis ini yang paling banyak dilakukan perusahaan – perusahaan di Indoenesia.

Adapun contoh diversifikasi produk secara horizontal antara lain mie instan, obat – obatan, minuman botol, sabun mandi, sampo, dan lain sebagainya.

  1. Manfaat Diversifikasi

Terdapat beberapa manfaat yang bisa dirasakan perusahaan saat menerapkan diversifikasi. Salah satu manfaatnya adalah bisa meminimalisir risiko kerugian karena dalam investasi atau bisnis, keragaman yang dimiliki perusahaan tidak akan langsung merugikan saat bisnis dan investasi mengalami kegagalan di salah satu instrument atau produk investasi.

Berikut beberapa kelebihan melakukan diversifikasi dalam bisnis dan investasi :

  • Bisa meningkatkan pendapatan dalam bisnis maupun profit dalam investasi.
  • Tidak hanya tergantung pada satu produk saja untuk mendapatkan profit.
  • Khusus dalam bisnis, melakukan diversifikasi membuat perusahaan akan mampu memenuhi kebutuhan lain konsumen atau pelanggan.
  • Dengan diversifikasi juga bisa memperluas pangsa pasar dan memberi nilai tambah terhadap produk.
  • Sementara dalam investasi, melakukan diversifikasi bisa menambah pengetahuan dalam dunia investasi tersebut.
  1. Contoh Diversifikasi Dalam Berinvestasi

Para ahli berpendapat bahwa para investor tidak diperbolehkan menanam dana hanya di satu instrumen. Karena, jika satu instrumen tersebut profitnya anjol, maka investor akan mengalami kerugian sangat besar. Karena itu, investor perlu membagi dananya ke beberapa instrument yang berbeda. Tujuannya tentu agar jika salah satu instrumen ada yang mengalami kerugian, maka masih bisa mendapatkan keuntungan dari instrumen lain.

Terdapat tiga kelas aset utama dalam portofolio berinvestasi antara lain saham, obligasi, dan juga uang tunai. Ketiga aset tersebut bisa dijadikan diversifikasi dalam berinvestasi.

Namun, diversifikasi nyatanya bisa juga melampaui kelas aset tradisional yang sudah disebutkan diatas. Dalam berinvestasi juga bisa dilakukan dengan aset kepemilikan seperti properti, pensiun, maupun produk asuransi lainnya.